Asap Masih Mengepul, Kapolres Ternate Pimpin Personel Gabungan Lakukan Pemadaman dan Pendinginan

Ternate – Kepolisian Resor Ternate bersama Satuan Brimob Polda Maluku Utara melaksanakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Tubo, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H., bersama Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Maluku Utara AKBP Muhammad Musni, S.E., S.I.K.

Dalam penanganan tersebut, personel Polres Ternate diterjunkan bersama personel Satbrimob Polda Maluku Utara untuk melakukan pemadaman dan pendinginan pada sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap.

Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan diawali dengan apel pengecekan personel. Setelah itu, personel gabungan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman serta pendinginan guna memastikan tidak terdapat titik api yang kembali menyala.

“Personel Polres Ternate bersama Satbrimob melaksanakan pemadaman dan pendinginan pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Langkah ini dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam dan mencegah terjadinya kebakaran susulan,” ujar Kapolres Ternate.

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, kebakaran hutan dan lahan di Kelurahan Tubo telah berlangsung sejak 19 Agustus 2026. Api kemudian merambat hingga ke kawasan hutan di Kelurahan Tafure, Kecamatan Ternate Utara, dengan luas area yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 8–9 hektare.

Setelah proses pemadaman dan pendinginan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan apel konsolidasi yang dipimpin Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Maluku Utara AKBP Muhammad Musni, S.E., S.I.K.

Penanganan karhutla di wilayah hukum Polres Ternate tersebut selesai dilaksanakan dalam keadaan aman dan lancar. Meskipun api telah padam sepenuhnya, personel masih terus melakukan pemantauan dan monitoring di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Polres Ternate mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama pada kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *