Ternate – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ternate mengungkap kasus tindak pidana kekerasan dan persetubuhan terhadap anak yang terjadi di wilayah Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate. Dalam pengungkapan tersebut, penyidik menetapkan dua orang sebagai tersangka dan telah melakukan penahanan terhadap keduanya.
Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin langsung Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H., didampingi Wakapolres Ternate Kompol Iksan Prananto, S.I.K., M.H., Kasat Reskrim Polres Ternate Iptu Arif Budi Aji, S.Tr.K., S.I.K., M.H., dan Kasi Humas Polres Ternate Iptu Ekan Mukadar, di depan lobi Mapolres Ternate, Kelurahan Takoma, Kecamatan Ternate Tengah, Senin (21/9/2026).
Dua tersangka yang telah ditetapkan masing-masing berinisial PA alias Uta, laki-laki, dalam perkara kekerasan terhadap anak, serta AM alias Comel, perempuan, dalam perkara persetubuhan terhadap anak.
Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto menjelaskan, perkara tersebut berawal dari laporan polisi Nomor: LP/B/60/III/SPKT/Res Ternate/Polda Malut tanggal 23 Maret 2026.
“Peristiwa bermula ketika korban bersama kedua pelaku dan sejumlah teman mengonsumsi minuman keras di tempat kejadian perkara,” ujar AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H.

Dalam perkara kekerasan terhadap anak, tersangka PA alias Uta diduga melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara memukul satu kali pada bagian bibir. Tindakan tersebut diduga dipicu rasa cemburu terhadap korban.
Sementara itu, dalam perkara persetubuhan terhadap anak, setelah kegiatan tersebut teman-teman korban meninggalkan korban di sebuah hotel. Saat berada berdua di dalam kamar, tersangka AM alias Comel diduga melakukan persetubuhan terhadap korban.
Kapolres Ternate menjelaskan, tersangka PA alias Uta telah ditetapkan sebagai tersangka pada 25 Maret 2026. Setelah penyidik memperoleh hasil pemeriksaan dan bukti tambahan, penyidik kemudian melaksanakan gelar perkara pada Jumat (11/9/2026) untuk penambahan pasal dan selanjutnya melakukan penahanan pada Rabu (16/9/2026).
“Untuk tersangka AM alias Comel, penyidik menetapkannya sebagai tersangka pada Jumat, 11 September 2026. Surat panggilan sebagai tersangka telah dikirim pada Sabtu, 12 September 2026, dan yang bersangkutan kemudian dilakukan penahanan pada Rabu, 16 September 2026, bersama tersangka PA alias Uta,” jelas AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H.

Kedua tersangka ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor: Sp. Han/38/IX/Res.1.24/2026/Reskrim dan Sp. Han/39/IX/Res.1.24/2026/Reskrim, masing-masing tanggal 16 September 2026.
Dalam proses penyidikan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya rekaman kamera pengawas atau CCTV dan pakaian milik korban. Saat ini, perkara tersebut masih dalam tahap penyidikan.
Atas perbuatannya, tersangka PA alias Uta disangkakan Pasal 80 ayat (3), subsider Pasal 80 ayat (2), lebih subsider Pasal 80 ayat (1) jo. Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Sementara itu, tersangka AM alias Comel disangkakan Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang. Ketentuan tersebut mengatur pula perbuatan dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan.
Kapolres Ternate mengimbau kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan dan perhatian terhadap aktivitas anak, khususnya ketika berada di luar rumah maupun pada malam hari.
“Kami mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak. Perhatian dan pengawasan keluarga sangat penting sebagai salah satu langkah pencegahan agar anak terhindar dari berbagai bentuk kekerasan dan tindak pidana,” pungkas AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri personel Satreskrim dan Seksi Humas Polres Ternate serta para wartawan sebagai bagian dari penyampaian informasi kepada masyarakat secara terbuka dan bertanggung jawab.
Polres Ternate berkomitmen menangani setiap perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku serta memberikan perlindungan terhadap korban anak dan memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel.



