Pencarian nelayan yang hilang di perairan Halmahera Selatan memasuki hari ketujuh pada Kamis (21/5/2026). Operasi ini merupakan kelanjutan dari upaya pencarian setelah korban dilaporkan tidak kembali dari aktivitas melaut.
Personel Markas Unit Polairud Bacan/KP XXX-1010 bersama tim SAR gabungan kembali menyisir area yang telah ditentukan di sekitar Pantai Goji, Desa Bori, hingga perairan Desa Tawa. Korban diketahui bernama Muhammad Sofyan Toton (22), warga Desa Kampung Makean, Kecamatan Bacan Selatan.
Sebelumnya, Sofyan dilaporkan hilang pada Jumat (15/5/2026) saat menyelam mencari ikan menggunakan panah. Ia pergi melaut bersama seorang rekannya. Sekitar satu jam berada di laut, cuaca berubah buruk dengan gelombang tinggi dan hujan.
Rekan korban memutuskan kembali ke daratan, namun Sofyan tidak kunjung muncul ke permukaan.
Sejak laporan diterima, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dengan melibatkan nelayan dan masyarakat pesisir. Penyisiran dilakukan secara intensif di sepanjang garis pantai dan perairan sekitar lokasi terakhir korban terlihat.
Sekitar pukul 11.00 WIT, tim menerima informasi dari warga mengenai penemuan sesosok jenazah di Pulau Kapa-Kapa, Kecamatan Gane Barat. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan bergerak dari posko menggunakan perahu milik warga Desa Bori.
Pada pukul 13.55 WIT, tim tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi jenazah yang diduga merupakan korban nelayan yang hilang.
Direktur Polairud Polda Maluku Utara, Kombes Pol Azhari Juanda, mengatakan pihaknya mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, termasuk masyarakat pesisir yang turut membantu memberikan informasi di lapangan.
Lebih lanjut, Ia juga mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem saat beraktivitas di laut.




