Akpol Kembangkan Kurikulum Berbasis Kompetensi, Polres Ternate Jadi Lokasi Penelitian

Ternate – Polres Ternate menjadi salah satu lokasi pelaksanaan penelitian pengembangan kurikulum pendidikan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) berbasis kompetensi untuk mewujudkan lulusan Sarjana Terapan Ilmu Kepolisian yang memiliki kompetensi sebagai perwira lini pertama. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Penelitian Akademi Kepolisian di Ruang Tactical Multimedia Command Center (TMCC) Polres Ternate, Kelurahan Takoma, Kecamatan Ternate Tengah, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data, informasi, serta masukan dari personel di lapangan sebagai bahan evaluasi dan pengembangan kurikulum pendidikan Taruna Akpol agar semakin relevan dengan kebutuhan pelaksanaan tugas kepolisian di berbagai wilayah Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Supervisi Akpol Dosen Kepolisian Utama TK II Brigjen Pol Dr. Suharjimantoro, S.I.K., M.H., Wakil Ketua Tim Supervisi Akpol Dosen Kepolisian Utama Madya Kombes Pol Nugraha Aristawarman, S.I.K., M.M., Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H., Wakapolres Ternate Kompol Iksan Prananto, S.I.K., M.H., Dosen Universitas Diponegoro Triyono, S.H., M.Kn., serta sejumlah pejabat dan personel Polres Ternate dan Polresta Tidore.

Dalam sambutannya, Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Tim Penelitian Akademi Kepolisian yang telah memilih Polres Ternate sebagai salah satu lokasi penelitian.

“Atas nama pimpinan dan seluruh personel Polres Ternate, saya menyampaikan selamat datang dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ketua Tim Penelitian beserta Wakil Ketua Tim dan seluruh Tim Penelitian Akademi Kepolisian,” ujar Kapolres Ternate.

AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H., menilai kegiatan penelitian tersebut memiliki arti penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pembentukan kompetensi calon perwira Polri.

Menurutnya, pengembangan kurikulum berbasis kompetensi diharapkan mampu menyesuaikan proses pendidikan dengan kebutuhan pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan, khususnya dalam menghadapi dinamika masyarakat yang terus berkembang.

“Perwira lini pertama memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi salah satu unsur terdepan dalam mengimplementasikan kebijakan pimpinan, memimpin anggota, memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta menghadapi berbagai dinamika dan tantangan tugas kepolisian,” jelas Kapolres Ternate.

Kapolres juga mengharapkan para responden dapat memberikan informasi, penilaian, dan masukan secara objektif sesuai dengan kondisi nyata di lapangan, terutama terkait pelaksanaan tugas dan kinerja para perwira remaja di jajaran Polda Maluku Utara, khususnya Polres Ternate dan Polresta Tidore.

Sementara itu, Ketua Tim Supervisi Akpol Brigjen Pol Dr. Suharjimantoro menegaskan bahwa penelitian tersebut bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan bagian dari upaya Akademi Kepolisian bersama akademisi dan berbagai pihak untuk mengevaluasi serta mengembangkan sistem pendidikan Polri.

“Kami datang bukan sekadar untuk melaksanakan kegiatan formalitas, tetapi membawa kepentingan institusi Polri untuk bersama-sama melihat dan mengkaji bagaimana pendidikan di Akademi Kepolisian dapat terus dikembangkan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, data dan informasi yang diperoleh dari lapangan akan menjadi bahan penting bagi Akademi Kepolisian dalam melakukan evaluasi terhadap proses pendidikan yang telah dilaksanakan.

Untuk itu, ia meminta para responden memberikan penilaian secara jujur, terbuka, konkret, objektif, dan valid, termasuk menyampaikan berbagai kekurangan maupun permasalahan yang ditemukan dalam pelaksanaan tugas.

“Kalau memang baik, sampaikan baik. Kalau ada kekurangan, sampaikan kekurangannya. Kalau ada permasalahan, sampaikan permasalahannya. Karena yang kami butuhkan adalah data yang konkret, objektif, dan valid,” tegas Brigjen Pol Dr. Suharjimantoro.

Lebih lanjut disampaikan bahwa karakteristik potensi ancaman dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di setiap wilayah Indonesia memiliki perbedaan, baik dari aspek geografis, sosial, budaya, ekonomi maupun karakteristik masyarakat.

Oleh karena itu, pendidikan di Akademi Kepolisian dituntut mampu membekali para taruna dengan kompetensi yang dapat diterapkan ketika melaksanakan tugas di berbagai wilayah dengan karakteristik dan tantangan yang berbeda.

“Seorang lulusan Akpol tidak boleh hanya mampu bekerja berdasarkan teori yang diperoleh di lembaga pendidikan. Ia harus mampu menerapkan kompetensinya ketika berhadapan dengan berbagai macam karakteristik masyarakat dan berbagai macam bentuk permasalahan di lapangan,” katanya.

Ia menambahkan, berbagai masukan yang diperoleh dari lapangan, termasuk hal-hal yang dianggap kecil, dapat menjadi bahan penting untuk menemukan aspek-aspek yang perlu diperbaiki dalam kurikulum, metode pembelajaran, pola pendidikan, maupun kompetensi yang diberikan kepada para taruna.

Penelitian tersebut diharapkan dapat memastikan lulusan Akademi Kepolisian memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan sebagai perwira lini pertama sekaligus memenuhi tuntutan sebagai lulusan Sarjana Terapan Ilmu Kepolisian.

Seluruh rangkaian kegiatan penelitian dilaksanakan secara terbuka dan objektif. Kegiatan pembukaan penelitian selesai pada pukul 10.45 WIT dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Melalui kegiatan ini, Polres Ternate mendukung upaya Akademi Kepolisian dalam melakukan evaluasi dan pengembangan kurikulum secara berkelanjutan guna mewujudkan sumber daya manusia Polri yang profesional, kompeten, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *