Ternate – Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H., selaku Pembina Bhayangkari Cabang Ternate, mengajak seluruh anggota Bhayangkari untuk memperkuat komunikasi, menjaga kekompakan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai persoalan yang dapat berdampak pada kehidupan keluarga.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Ternate saat menghadiri kegiatan Tatap Muka Pembina Bhayangkari Cabang Ternate yang dirangkaikan dengan Pertemuan Rutin Bhayangkari Cabang Ternate, bertempat di Aula Polres Ternate, Kelurahan Takoma, Kecamatan Ternate Tengah, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Pj. Ketua Bhayangkari Cabang Ternate, Ny. Agitha Iksan, serta para pengurus dan anggota Bhayangkari Cabang Ternate yang berjumlah kurang lebih 200 orang.
Dalam arahannya, AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H., menekankan pentingnya keterbukaan komunikasi antara Bhayangkari dengan Pembina Bhayangkari, khususnya dalam menyampaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan keluarga maupun kegiatan Bhayangkari.
“Kalau ada hal-hal yang perlu disampaikan, jangan sungkan untuk berbicara langsung. Dengan komunikasi yang terbuka, saya dapat mengambil keputusan secara tepat dan bijak. Kita harus tetap kompak dan solid,” ujar Kapolres Ternate.

AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H., juga menegaskan bahwa jajaran Polres Ternate akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan Bhayangkari sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Kapolres Ternate mengingatkan para Bhayangkari agar berhati-hati terhadap tawaran investasi yang tidak jelas atau menjanjikan keuntungan berlipat dalam waktu singkat. Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya laporan masyarakat terkait dugaan investasi bodong yang telah menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah.
“Saya mengingatkan ibu-ibu agar jangan mudah tergiur dengan investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Kalau ingin mendapatkan penghasilan tambahan, lebih baik melalui usaha yang jelas dan produktif,” kata AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H.
Kapolres Ternate juga mendorong Bhayangkari untuk mendukung dan mengembangkan kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu kegiatan ekonomi yang produktif. Menurutnya, kegiatan seperti berjualan di lokasi Car Free Day dapat menjadi wadah untuk memasarkan produk sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Ternate turut mengingatkan Bhayangkari mengenai pentingnya peran keluarga dalam mendukung pelaksanaan tugas personel Polri. Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui komunikasi yang baik, mengingatkan suami untuk disiplin menjalankan tugas, serta bersama-sama menjaga perilaku dan keharmonisan keluarga.

“Dukungan dari keluarga sangat penting. Ibu-ibu dapat terus mengingatkan suami agar disiplin, menjaga sikap dan tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun institusi,” tutur AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H.
Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada anggota Bhayangkari untuk menyampaikan pertanyaan dan saran secara langsung kepada Kapolres Ternate.
Salah satu anggota Bhayangkari menanyakan mengenai adanya informasi pemberian sanksi berupa pemotongan gaji atau remunerasi suami apabila anggota Bhayangkari tidak menghadiri kegiatan rutin.
Menanggapi hal tersebut, AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa tidak dibenarkan adanya pemotongan gaji maupun remunerasi personel hanya karena anggota Bhayangkari tidak dapat menghadiri kegiatan rutin.
“Untuk Bhayangkari Cabang Ternate, hal seperti itu tidak akan dilakukan. Apabila ada anggota yang tidak dapat hadir dalam kegiatan karena alasan tertentu, tentu harus dikomunikasikan dengan baik. Pemotongan gaji atau remunerasi tidak dibenarkan,” tegas Kapolres Ternate.

Dalam sesi berikutnya, anggota Bhayangkari juga menyampaikan pertanyaan mengenai isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), termasuk bentuk pendampingan dan bantuan yang dapat diberikan apabila persoalan tersebut terjadi.
Kapolres Ternate menyampaikan bahwa Polres Ternate akan menjadwalkan kegiatan sosialisasi mengenai KDRT bersama personel Polwan. Materi tersebut nantinya akan membahas bentuk-bentuk KDRT serta langkah yang dapat ditempuh apabila terjadi persoalan dalam rumah tangga.
Secara hukum, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga mencakup kekerasan fisik, psikis, seksual, dan penelantaran rumah tangga.
“Materi seperti ini akan kita sosialisasikan secara santai dan komunikatif, sehingga ibu-ibu dapat saling berbagi pengetahuan dan informasi. Kita juga akan melibatkan Polwan dalam kegiatan tersebut,” jelas AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H.
Selanjutnya, terkait pengelolaan iuran Bhayangkari, salah seorang anggota menyampaikan saran agar penggunaan dana sosial dapat dikumpulkan dan dipaparkan dalam kegiatan bersama. Menanggapi hal tersebut, Kapolres menyambut baik saran tersebut dan menyampaikan bahwa prinsip transparansi dalam pengelolaan dana bersama juga diterapkan dalam kegiatan Polwan Polres Ternate.

Menurut AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H., setiap penggunaan dana kegiatan perlu disampaikan secara terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada anggota.
Pada kesempatan yang sama, Kapolres Ternate juga menyampaikan perhatian terhadap pengelolaan keuangan keluarga personel. Ia mengingatkan agar anggota dan keluarga dapat mengatur keuangan secara bijak serta tidak mengambil beban kredit secara berlebihan.
“Kita harus bisa mengatur keuangan dengan baik. Jangan sampai seluruh gaji habis untuk membayar kredit sehingga kebutuhan keluarga dan pelaksanaan tugas ikut terganggu. Lebih baik menabung sedikit demi sedikit dan mengatur keuangan secara sehat,” ungkap AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H.
Kegiatan Tatap Muka Pembina Bhayangkari dan Pertemuan Rutin Bhayangkari Cabang Ternate tersebut berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh kekeluargaan. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama.
Melalui kegiatan tersebut, Kapolres Ternate berharap komunikasi antara Pembina Bhayangkari, pengurus, dan seluruh anggota Bhayangkari semakin terbuka, sekaligus memperkuat peran keluarga dalam mendukung pelaksanaan tugas personel Polri serta menciptakan kehidupan keluarga yang harmonis, sehat, dan sejahtera.




