Tempuh Jalur Laut, Tim Gabungan TNI–Polri Tiba di Loloda Utara Bantu Warga Terdampak Banjir

Dengan menggunakan Kapal KN SAR Pandudewanata, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Satpol PP, BPBD, PMI, Tim SAR, serta Tim Kesehatan tiba di desa Doitia, Kecamatan Loloda Utara, sekitar pukul, 18.33 WIT, pada Sabtu, (10/1/2026).

Tim tersebut akan membantu penanganan kepada warga yang terdampak bencana alam. Sesampainya di desa Doitia, rombongan menggelar apel yang dipimpin oleh Danramil Galela, Kepala BPBD Halmahera Utara Hentje Hetharia, Kapolsek Loloda Utara Andi Parto, Camat Loloda Utara, dan Kepala Desa Doitia Nopel Kehe, guna mempersiapkan teknis pelaksanaan pekerjaan yang akan dimulai, pada Minggu, 11 Januari 2026.

Langkah cepat itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah daerah (Pemda) terhadap kondisi yang dialami warga yang terdampak banjir dibeberapa desa di Kecamatan Loloda Utara.

Kepala BPBD Kabupaten Halmahera Utara, Hentje Hetharia, melaporkan bahwa desa Doitia mengalami dampak banjir terparah di kecamatan Loloda Utara dengan ketinggian air mencapai 30-50 cm di rumah warga. Penanganan diperkirakan memakan waktu tiga hari, namun Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, menetapkan waktu maksimal satu minggu.
Jenis pekerjaan yang akan dilakukan meliputi pembersihan lumpur di rumah warga, sumur-sumur, dan drainase. Semua alat-alat sudah lengkap dan pekerjaan dimulai bersama masyarakat setempat.

Hentje juga mengingatkan agar seluruh personel menjaga keselamatan selama bertugas, terutama bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.

Adapun pelepasan Tim Gabungan dan Bantuan Logistik dilakukan oleh Bupati Piet Hein Babua bersama Forkopimda di pelabuhan Tobelo menuju lokasi bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Loloda Utara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *