Ternate – Dalam rangka pelaksanaan Operasi Lilin Kieraha 2025, Kepolisian Negara Republik Indonesia menegaskan larangan penggunaan dan penjualan kembang api pada malam pergantian Tahun Baru 2026.
Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dan ditindaklanjuti oleh Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., yang menegaskan bahwa Polda Maluku Utara beserta seluruh jajaran Polres tidak mengeluarkan izin apa pun terkait penjualan kembang api di wilayah Maluku Utara.
Menindaklanjuti perintah tersebut, Polres Ternate mengambil langkah tegas dengan melakukan razia penjualan kembang api di sejumlah lokasi di wilayah hukum Polres Ternate sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama perayaan Tahun Baru.
Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Polres Ternate Ipda Sudirjo, S.I.P., menjelaskan bahwa izin penjualan kembang api yang sebelumnya diterbitkan oleh Intelkam saat ini dibekukan sementara, sehingga tidak ada pihak yang diperbolehkan menjual kembang api secara resmi. Minggu (28/12/25).
“Izin penjualan kembang api dibekukan sementara. Setelah masa pemulihan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana selesai, barulah penjualan kembang api dapat dipertimbangkan kembali,” jelas Kasi Humas.
Selain itu, Kapolres Ternate juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan konvoi maupun euforia berlebihan pada malam pergantian tahun. Masyarakat diajak mengisi malam Tahun Baru dengan kegiatan positif dan bermanfaat, seperti doa bersama serta penggalangan donasi bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh dan Sumatera.
“Mari kita bersama-sama mengisi malam Tahun Baru dengan kegiatan yang bermanfaat bagi sesama serta menghindari euforia yang berlebihan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” pungkas Kasi Humas.
Polres Ternate berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan penegakan hukum secara humanis demi menciptakan perayaan Tahun Baru yang aman, tertib, dan penuh kepedulian sosial.




