Densus 88 Antiteror Polri terus menunjukkan komitmennya dalam melindungi generasi muda dari ancaman radikalisme, khususnya yang berkembang melalui media sosial dan dunia digital. Upaya tersebut dilakukan tidak hanya melalui penindakan, tetapi juga pendekatan pencegahan yang humanis dan edukatif di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan oleh Iptu Herry Rinsampessy, S.H., selaku Kanit Cegah Idensos Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri, saat memberikan sosialisasi kepada pelajar. Menurutnya, anak-anak dan remaja menjadi sasaran utama perekrutan kelompok radikal karena masih dalam tahap pencarian jati diri dan sangat aktif di ruang digital.
“Radikalisme tidak selalu datang dalam bentuk kekerasan, tetapi bisa diawali dari pertemanan di media sosial atau game online. Karena itu, pelajar harus mampu menyaring informasi dan berani menolak ajakan yang mengarah pada kekerasan,” ujar Iptu Herry.
Ia menegaskan, Densus 88 AT Polri hadir untuk melindungi dan mendampingi generasi muda agar tumbuh dalam lingkungan yang aman, toleran, dan saling menghormati perbedaan. Selain itu, pelajar juga diimbau untuk aktif dalam kegiatan positif, menjaga komunikasi dengan keluarga dan guru, serta menjauhi perundungan dan pergaulan yang negatif.
Melalui pendekatan dialogis dan edukatif ini, Densus 88 AT Polri berharap pencegahan radikalisme dapat dimulai sejak dini dengan melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai satu kesatuan dalam menjaga masa depan bangsa.




